Lewati ke konten

Separuh Perusahaan Sudah Memakai Agen AI, Seperempat yang Mengukurnya

Akhmad Guntar2 menit baca

Liferay merilis laporan adopsi dan tata kelola agen AI 2026 pada Agustus 2026, berdasarkan survei terhadap 500 profesional di Amerika Serikat yang terlibat dalam keputusan atau pemakaian AI di organisasinya. Hasilnya: 54% perusahaan sudah menjalankan agen AI di produksi atau sedang mengujinya. Namun hanya 25% yang mengukur dampaknya dengan indikator yang jelas, dan hanya 24% yang punya kebijakan pemakaian AI untuk seluruh perusahaan. Adopsinya juga timpang antarsektor, dari 72% di sektor teknologi sampai 24% di pendidikan.

Survei ini dari pasar Amerika, tetapi polanya terasa akrab: teknologinya dipakai lebih dulu, ukuran dan aturannya menyusul.

Apa yang berubah dengan agen

Asisten AI menjawab ketika ditanya. Agen AI menjalankan rangkaian langkah: membaca dokumen, memanggil sistem lain, menyusun draf, bahkan mengirimkannya. Manfaatnya lebih besar, begitu pula akibatnya bila keliru. Kesalahan asisten berupa jawaban yang salah. Kesalahan agen bisa berupa tindakan yang salah.

Tiga pertanyaan sebelum memasang agen

  1. Apa ukurannya? Tetapkan sebelum mulai: waktu yang dihemat, kesalahan yang berkurang, atau keluhan yang turun. Tanpa ukuran di awal, setiap hasil bisa diklaim sebagai keberhasilan.
  2. Di titik mana manusia memutuskan? Agen boleh menyiapkan, tetapi tindakan yang tidak bisa dibatalkan, seperti mengirim, membayar, atau menyetujui, sebaiknya menunggu persetujuan orang.
  3. Data apa yang dilewatinya? Agen yang membaca surel atau dokumen ikut membawa data pribadi dan rahasia. Kelas datanya harus jelas sejak rancangan.

Kapan sebaiknya tidak memakai AI

Pertanyaan yang jarang diajukan vendor adalah kapan AI bukan jawaban. Dalam program adopsi yang saya rancang, jalur "tanpa AI" sengaja disediakan. Jalur ini dipilih bila:

  • nilainya rendah, sehingga biaya dan risiko tidak sebanding;
  • risikonya tinggi, misalnya keputusan dengan akibat hukum besar tanpa ruang untuk ditinjau manusia;
  • prosesnya belum punya standar tertulis. AI di atas proses yang kacau hanya mempercepat kekacauan.

Untuk kasus terakhir, langkah pertamanya adalah merapikan proses. Setelah itu, AI sering menjadi jauh lebih berguna.

Penutup

Agen AI akan makin umum. Organisasi yang unggul bukan yang memasang agen paling banyak, tetapi yang tahu persis apa yang diukur, di mana manusia memutuskan, dan kapan AI sebaiknya tidak dipakai.

Bacaan: New Liferay study finds 54% of companies are running AI agents, yet only 25% measure their impact (CMSWire, 12 Agustus 2026)

Bagikan

Ditulis oleh

Akhmad Guntar

Pembuat keluarga alat AI Voltaic

Lulusan Teknik Informatika dan Teknik Industri ITS. Lebih dari 20 tahun merancang metode manajemen dan membangun perangkat lunaknya. Kini mengubah metodologi yang sudah teruji menjadi alat AI yang dapat dipertanggungjawabkan untuk organisasi Indonesia.

linkedin.com/in/guntar